Greeting

Selamat datang di halaman dekorasi kartini

18 Agt 2016

Teater Bunga Penutup Abad

Pementasan Teater Bunga Penutup Abad

Pementasan Teater Bunga Penutup Abad


Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Yayasan Titian Penerus Bangsa dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menyediakan Flower Sampul Abad, adaptasi teater dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa termasuk dalam rangkaian tetralogi novel Pulau Buru Pramoedya Ananta Toer.

Pementasan penghormatan untuk mengenang 10 tahun meninggalnya Pramoedya menunjukkan aktor terbaik Indonesia, Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, Reza Rahadian sebagai Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais dan Chelsea Islan sebagai Annelies, serta memperkenalkan aktor baru yang berbakat, Sabia Arifin sebagai Mei Marais. pementasan ini disutradarai oleh Henry Sofwan yang sebelumnya diarahkan berbagai pertunjukan teater seperti Mereka Sebut Nyai Ontosoroh, monolog Inggit, Musik Sangkuriang, rumah boneka dan Subversif.

Masyarakat juga menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menyaksikan pertunjukan ini. Kurang dari 24 jam sejak penjualan dibuka, tiket terjual untuk pertunjukan pada 25 Juni dan 26 Agustus 2016 di Gedung Kesenian Jakarta. Tingginya animo masyarakat untuk mendorong tim implementasi menambah pementasan di 27 Agustus 2016. Ini pementasan tambahan Penjualan tiket akan dibuka pada tanggal 8 Agustus pukul 9.00 17.00 WIB melalui 0813 1444 2942/0818 0604 7151/0856 9379 7986.

Bunga menutupi abad ini berkisar pada kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah Annelies keberangkatan ke Belanda. Nyai Ontosoroh prihatin tentang keberadaan Annelies, mengirim seorang karyawan untuk menemani ke mana pun Annelies pergi, bernama Robert pada bulan Januari Dapperste atau Panji Darman. kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dilaporkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya, dikirim pada Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari kota mana kapal yang membawa surga Annelies dan Panji Darman. Minke selalu membaca huruf pada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat membuka pintu nostalgia di antara mereka bertiga, seperti ketika pertama kali berkenalan dengan Annelies Minke dan Nyai Ontosoroh, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya hingga Annelies harus dibawa ke Belanda oleh keputusan pengadilan Hindia putih.

Cerita berakhir beberapa waktu ketika Minke mendapatkan berita yang Annelies meninggal di Belanda. Minke berduka kemudian meminta izin untuk Nyai Ontosoroh Batavia untuk pergi untuk menghadiri sekolah untuk menjadi seorang dokter. Batavia, Minke membawa dengan Annelies potret yang dilukis oleh temannya Jean Marais. Minke memberi nama lukisan, Bunga Penutup Abad.

Kinerja ini juga didukung oleh orang-orang yang berdedikasi di lapangan yaitu Ayu Dyah Pasha, Happy Salma, Melyana Tjahyadikarta dan Musa Widyatmodjo sebagai Produser, Iskandar Loedin (kepemimpinan Artistik), Allan Sebastian (manajer panggung), Deden Jalaludin -Bulqini (penata multimedia) , Ricky Lionardi (arranger), Deden Siswanto (kostum stylist) Ritchie Ned Hansel (desainer grafis) dan dr. Tompi (fotografer).

Harga tiket:
Kelas VVIP Rp. 650.000,-
Kelas VIP Rp. 550.000,-
Kelas 1 Rp. 400.000,-
Kelas 2 Rp. 250.000,-

Info lebih lanjut mengenai kegiatan ini :
0813 1444 2942
0818 0604 7151
0856 9379 7986

Poskan Komentar